Profile Guru yang Sukses
oleh: Yusrizal, S.Pd.
Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Bahkan bisa dikatakan bahwa maju atau tidaknya pendidikan di suatu negara ditentukan oleh kualitas guru-guru yang ada di negara itu. Oleh sebab itu, kesuksesan dunia pendidikan di negara kita dipengaruhi oleh kesuksesan seorang guru.
Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana profil dari guru yang sukses tersebut? Ada beberapa profil guru yang sukses yang diutarakan oleh siswa (Prayitno:2008) yaitu:
1. Memandang bahwa pekerjaan mendidik/mengajar sebagai sesuatu yang menarik dan menantang. Guru yang sukses tidak memandang pekerjaan mendidik atau mengajar sebagai suatu pekerjaan yang membosankan, yang pada gilirannya akan menyebabkan hilangnya rasa tanggung jawab terhadap siswa yang dididik. Guru harus menyadari bahwa mendidik merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan tanggung jawab pribadi untuk mendidik siswa.
2. Menganggap bahwa adanya masalah (baik dalam proses hubungan dengan siswa atau dalam proses pembelajaran) sebagai sesuatu yang harus ditangani dan dipecahkan. Guru tidak boleh menyerah terhadap masalah yang ada. Jangan jadikan masalah yang ada sebagai beban, namun jadikan sebagai tantangan yang harus diatasi dalam proses belajar mengajar.
3. Bersedia bekerja atau melayani siswa yang lambat. Guru yang sukses tidak boleh menolak melayani siswa yang lambat dalam menerima pelajaran. Berikanlah dukungan dan motivasi bagi siswa tersebut. Jangan sampai ada perasaan kurang nyaman dalam mengajar, hanya karena ada siswa yang lambat dalam menerima pelajaran.
4. Bersikap realistik terhadap siswa. Guru harus menyadari bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh siswanya. Perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh siswa merupakan suatu hal yang wajar. Jangan sampai adanya perbedaan tersebut membuat guru subjektif dalam melakukan proses belajar mengajar.
5. Suka melakukan hubungan antar pribadi dengan siswa. Guru yang sukses mampu untuk melakukan hubungan yang baik dengan semua siswa. Tidak boleh ada perlakuan yang berbeda antara siswa yang pandai dan rajin dengan siswa yang malas dan kurang pintar. Jangan sampai guru membuat jarak yang tegas dengan siswa.
6. Menganggap siswa sebagai pribadi yang sedang belajar. Jangan jadikan siswa sebagai beban dalam proses belajar mengajar, namun hargailah mereka sebagai individu yang sedang belajar, yang memerlukan arahan dan bimbingan.
7. Hangat dan tampak istimewa di mata siswa. Guru yang sukses mampu memberikan kesan sebagai pribadi yang hangat dalam berhubungan dengan siswa. Jangan bersikap dingin terhadap siswa yang pada gilirannya nanti dapat berakibat hubungan dengan siswa menjadi pahit dan getir.
8. Melihat diri sendiri sebagai orang yang berperan memecahkan masalah yang timbul. Guru yang sukses mampu memecahkan masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar di sekolah. Jangan terlalu bergantung kepada kepala sekolah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Itulah beberapa ciri yang perlu dimiliki oleh seorang guru yang sukses. Permasalahannya adalah mampukah guru-guru kita untuk memiliki ciri-ciri tersebut? Pertanyaan tersebut hanya bisa dijawab oleh guru-guru tersebut. Bagi guru-guru, mari berusaha meningkatkan kemampuan dalam proses belajar mengajar.
PENGARUH VIDEO PORNO BAGI PELAJAR
I. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat tak mungkin dibendung.Disatu sisi teknologi informasi ini sangat dibutuhkan untuk kehidupan manusia.Namun di sisi lain tentu ada juga dampak negatifnya.
Sering sekali kita mendengar kata-kata porno, sering kali juga kita melihat hal-hal yang porno. Sengaja maupun tidak sengaja kita selalu berhadapan dengan hal ini. Tanpa kita sadari dampak negatif dari hal ini sangatlah besar apalagi dalam dunia pendidikan . Dan perlu kita garis bawahi , pengaruh luar pada saat generasi muda ini harus kita perhatikan , mereka sangatlah liar , mereka mudah goyah iman.
Sarana teknologi yang canggih , yang salah satu fasilitasnya bisa menampilkan video benar-benar sangat dimanfaatkan oleh para remaja( pelajar ) saat ini , akan tetapi sarana ini mereka buat untuk melihat video yang berbau xxx. Tidak hanya itu , mereka juga merekam adegan mereka sendiri saat bermesraan dengan lawan pasangannya. Mungkin maksud mereka dibuat momen yang bagus, padahal tanpa mereka sadarai hal ini akan menjadi senjata untuk membunuh karakter mereka sendiri.
Segala upaya pemerintah telah dilakukan antara lain dibuat UU Pornografi yang sempat mengundang Pro dan kontra di kalangan masyarakat. Bahkan belakangan ini Menkominfo Tifatul Sembiring mengeluarkan ultimatum terhadap Research In Motion ( RIM ) agar menutup seluruh akses terhadap situs porno yang masih bisa dibuka disetiap ponsel BlackBerry(BB) yang digunakan di Indonesia.
Beredarnya video porno artis merupakan tamparan hebat terhadap citra pendidikan di Tanah Air. Tidak tahu di mana mereka dulu bersekolah, jika memang benar pelakunya adalah artis yang diduga ternama. Hal itu menunjukkan adanya sikap hidup hedonis dan rendahnya moralitas artis akibat pendidikan yang salah bias jadi merupakan salah satu penyebab.Artis, melalui teknologi informasi , bukan saja menjadi factor pendorong runtuhnya moralitas anak muda, melainkan sekaligus merupakan korban dari arus teknologi informasi yang tanpa control. Meskipun kita telah memiliki undang-undang tentang poprnografi dan teknologi informasi , paradigma perkembangan teknologi informasi dan kapitalis sasi ekonomi dalam kebijakan tayangan televisidan peredaran film jelas harus dicermati secara seksama oleh para pengambil kebijakanbidang pendidikan di Indonesia.Sebagai basis pendidikan masal paling efektif , tayangan televise, film dan pengguna internet memiliki peluang untuk mengubah tatanan budaya bangsa yang dikenal santun dan beradab kea rah yang kurang beradab dan tak mengenal tata karma. Dighe ( 2000 ) mengisyaratkan baik konten maupun rancangan program tayangan dalam bentuk film,video, dan music bias jadi merupakan manifestasi dan justifikasi superitas budaya tertentu yang belum tentu semuanya baik.
II. Rumusan masalah
Apakah dampak negatif video porno bagi pelajar atau remaja ?
III. Pembahasan
Beredarnya video mesum yang diduga dilakukan artis mirip Ariel Peterpen, Luna Maya , dan ut Tari menimbulkan keprihatinan banyak kalangan. Sejumlah pemerintah daerah menghimbau agar dilakukan blockade terhadap peredaran video mesum tersebut.Bahkan berbagai sekolah merazia telepon seluler siswanya. Para orang tuapun tak kalah cemas.
Kecemasan itu terkait dengan dampak negatif video porno ( dan bahan pornografi lain), yang diperkirakan bisa mengakibatkan perilaku seksual menyimpang atau kekerasan seksual.
Hasil kajian ilmiah dan studi efek negative pornografi ( film,buku,video,, dan internet)sebagai berikut:
1. Sebuah studi th.1987 menemukan bahwa wanita yang teraniaya , atau menjadi subyek pelecehan seksual memiliki pasangan yang kerap melihat pornografi.
2. Penelitian dengan metode meta – analisis tahun 1995 menemukan bahwa pornografi diperkirakan memperkuat perilaku agresif dan sikap negative terhadap perempuan.
3. Sebuah studi di AS menyebutkan bahwa remaja yang mengonsomsi pornografi: dua pertiga dari laki-laki dan 40 % perempuan ingin mencoba beberapa perilaku yang mereka saksikan. Dan 31 % dari laki-laki dan 18 % dari perempuan mengaku melakukan beberapa adegan seksual yang mereka lihat di bahan-bahan pornografi dalam beberapa hari setelah melihat.
4. Sebuah studi tahun 1993 menemukan : eksposur terhadap bahan seksual yang merangsang dapat menyebabkan perilaku agresif pada remaja.Baha-bahan yang berisi kekerasan seksual menyebabkan perilaku agresif yang lebih besar dan berdampak negative pada sikap pria terhadap perempuan.
5. Peter Stock ( Canadian institute for Education on the family, th.2000) mengatakan bahwa masyarakat Kanada telah menjadi masyarakat yang semakin pornografi dalam beberapa dekade terakir yang berimplikasi mengganggu anak-anak yang dibesarkan di dalamnya. Sejumlah studi ilmiah telah menunjukkan kolerasi kuat antara paparan pornografi dan perilaku seksual yang menyimpang oleh anak-anak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa 90% pornografi dikonsumsi di internet,sedangkan 10 % dari toko video.Rata-rata , pria lajang nonton pornografi tiga kali seminggu selama 40 menit.Anak laki-laki umur 10 tahun kebanyakan mencari materi pornografi , namun mereka segera membuang.
Ada beberapa dampak negatif apabila kita pernah menonton film beradegan porno antara lain :
1. Secara otomatis pikiran akan berubah, akan sering berfatamorgana, tidak focus dengan apa yang menjadi kewajiban seperti sekolah, ibadah, belajar, mengaji ataupun yang berhubungan dengan kewajiban.
2. Kehilangan semangat dan tenaga , kewajiban akan ditinggalkan , maksiat terus dilakukan.
3. Cenderung berbuat nekat, tidak ada istilah hukuman bagi mereka.
4. Kurang menghormati orang yang lebih tua dari dia, hilangnya sopan santun.
5. Mengurangi semangat dalam beraktivitas.
Solusi untuk mengurangi atau tindakan preventive :
1. Kita harus mampu membuat mereka sibuk.
2. Memberikan tugas sekolah tetapi yang menyenangkan dan menarik bagi mereka.
3. Memberikan arahan dampak negativenya
4. Pendampingan dan bimbingan dari orang tua
Sumber : Tempo Interaktif, UU Pornografi, by Internet
Created by Yohanes Rasul
SD DON BOSCO I
ARTIKEL-ARTIKEL yang ingin kami sajikan di fitur ini bertema seputar :
-
Psikologi
-
Pendidikan
-
IPTEK
jangan lewatkan ,… selamat membaca
Q ( Intelligence Quotient )
dan
EQ ( Emotional Quotient )
———————————————————————————————-Banyak orang beranggapan bahwa selama ini jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektualnya rendah.Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi tergeser dari orang lain yang justru memiliki tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah.Ternyata IQ (Intelligence Quotient) tinggi tidak selalu memberi suatu jaminan kepada seseorang akan selalu meraih kesuksesan.
Menurut Daniel Goleman (seorang Profesor dari Universitas Harvard) berpendapat bahwa ada ukuran lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Di dalam bukunya yang terkenal,Emotional Intelligence (EQ)membutikan bahwa tingkat emosional manusia mendominasi tingkat kesuksesan seseorang.
IQ tidak dapat berkembang. Apabila seseorang terlahir dengan kondisi tingkat IQ nya sedang, maka IQ nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya , jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual ( IQ ) yang cukup , sia-sia saja dia mencoba dengan segala upaya untuk mendapatkan IQ yang super jenius, begitu pula sebaliknya. Berbeda denga EQ (Emotional Quotient) yang dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.
Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring dengan pertumbuhan seseorang dari lahir hingga akhir hayatnya. Pertumbuhan EQ sangat dipengarui oleh lingkungan,keluarga, dan contoh-contoh yang dapat diperoleh dari seseorang semenjak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut berbagai aspek penting , yang rupanya semakin sulit diperoleh pada manusia pada era modern, antara lain :
-
sikap hormat
-
keramahan
-
kesetiakawanan
-
kemandirian
-
Pengendalian diri/kemampuan mengendalikan amarah
-
disukai
-
simpati
-
empati
-
adaptasi
-
kemampuan memecahkan masalah
-
memahami dan mengungkapkan perasaan
-
sopan santun
Siapa yang harus mengajarkan EQ? Orang tualah yang pertama harus mengajarkan kecerdasan Emosi kepada anaknya dengan cara memberikan perilaku dan teladan yang baik. Agar anak memiliki suatu kemampuan kecerdasan Emosi yang tinggi, orang tua perlu mengajarkan beberapa hal kepada anaknya untuk :
-
Menjalin keakraban
-
Menghadapi situasi yang sulit dengan penuh rasa percaya diri
-
Memotivasi diri pada saat-saat sulit
-
Mengembangkan rasa humor
-
Mengatasi konflik dengan cara-cara damai
-
Memecahkan masalah
-
Berempati pada orang lain
-
Sportif
-
Belajar mendengarkan orang lain
-
Menjalin hubungan yang harmonis
-
Membina hubungan persahabatan dan rekan kerja secara harmonis
Apabila sesorang memiliki tingkat IQ yang tinggi ditambah EQ yang tinggi pula maka orang tersebut akan memiliki kemampuan untuk menguasai suatu keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.
By Yohanes Rasul S
@@@@@@@@@
KECERDASAN SPIRITUAL
(SQ)
oleh Yohanes Rasul.S
———————————————————————————-
APA yang dimaksudkan dengan kecerdasan spiritual dan apa bedanya dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosi? IQ,EQ dan SQ adalah tiga istilah yang sudah cukup dikenal,terutama di kalangan praktisi dan spesialis pengembangan sumber daya manusia.
Istilah pertama yaitu Intellectual Quotient atau IQ menggambarkan kapasitas seseorang untuk melakukan kegiatan mental seperti berpikir, mencari penjelasan, dan memecahkan masalah secara logis. Berdasarkan hasil tes IQ, dapat ditentukan kemampuan seseorang yang terkait dengan angka, kata-kata, visualisasi, daya ingat, penjelasan deduktif-induktif, dan kecepatan memersepsikan sesuatu.
Istilah kedua yaitu Emotional Quotient atau EQ yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman di sekitar pertengahan tahun 1990-an menjelaskan kemampuan seseorang untuk mendeteksi dan mengelola emosi.
Menurut Goleman, ada empat level kecerdasan emosi. Level pertama adalah self awareness atau kesadaran diri. Pada tahap ini, seseorang dapat mengenal dan memahami emosi, kekuatan dan kelemahan, nilai-nilai serta motivasi dirinya.Pada level kedua, yaitu self management atau kelola diri,seseorang tidak hanya mampu mengenal dan memahami emosinya, juga mampu mengelola, mengendalikan dan mengarahkannya.
Orang yang memiliki kemampuan kelola diri yang baik secara rutin melakukan evaluasi diri setelah menghadapi keberhasilan maupun kesuksesan dan mampu mempertahankan motivasi dan perilaku kerjanya untuk menghasilkan kinerja yang baik.
Pada level ketiga yang disebut social awareness atau kesadaran sosial, orang sudah mampu berempati, yaitu peka terhadap perasaan, pemikiran, dan situasi yang dihadapi orang lain. Kecerdasan emosi memampukan kita untuk menyadari dan memahami perasaan sendiri dan orang lain, memampukan kita menilai suatu situasi dan bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Dan pada level yang tertinggi yaitu relationship management atau kelola hubungan, seseorang yang mampu mengendalikan dan mengarahkan emosi orang lain. Pada level ini seseorang tersebut mampu menginspirasi orang lain,memengaruhi perasaan dan keyakinan orang lain, mengembangkan kapabilitas orang lain, mengatasi konflik, membina hubungan, dan membentuk kerja sama yang menguntungkan semua pihak.
Istilah yang ketiga yaitu Spiritual Quotient atau SQ diyakini merupakan tingkatan tertinggi dari kecerdasan,yang digunakan untuk menghasilkan arti (meaning) dan nilai (value). Dua jenis kecerdasan yang disebutkan pertama,yaitu IQ dan EQ, merupakan bagian yang terintegrasi dari SQ.
Mengacu pada teori motivasi yang dikemukakan Maslow, kecerdasan spiritual terkait dengan aktualisasi diri atau pemenuhan tujuan hidup,yang merupakan tingkatan motivasi yang tertinggi. Kecerdasan spiritual yang tinggi ditandai dengan adanya pertumbuhan dan transformasi pada diri seseorang, tercapainya kehidupan yang berimbang antara karier/pekerjaan dan pribadi/keluarga, serta adanya perasaan suka cita serta puas yang diwujudkan dalam bentuk menghasilkan kontribusi yang positif dan berbagi kebahagiaan kepada lingkungan.
SQ walaupun mengandung kata spiritual tidak selalu terkait dengan kepercayaan atau agama. SQ lebih kepada kebutuhan dan kemampuan manusia untuk menemukan arti dan menghasilkan nilai melalui pengalaman yang mereka hadapi. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan atau menjalankan agama,umumnya memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kepercayaan atau tidak menjalankan agama.
Seperti misalnya penelitian yang dilakukan Harold G Koenig dan kawan-kawan yang telah dipublikasikan Oxfo University Press dalam bentuk buku berjudul Handbook of Religion and Health. Penelitian yang mereka lakukan menemukan bahwa di setiap tingkatan pendidikan dan usia, orang yang pergi ke rumah ibadah, berdoa dan membaca kitab suci secara rutin, ternyata hidup lebih lama sekitar tujuh hingga 14 tahun dan memiliki kesehatan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak menjalankan ritual keagamaan.
Seperti apakah peran SQ? Seseorang dengan SQ yang tinggi biasanya akan lebih cepat mengalami pemulihan dari suatu penyakit, baik secara fisik maupun mental. Ia lebih mudah bangkit dari suatu kejatuhan atau penderitaan, lebih tahan menghadapi stres, lebih mudah melihat peluang karena memiliki sikap mental positif,serta lebih ceria, bahagia dan merasa puas dalam menjalani kehidupan.
Berbeda dengan orang yang memiliki SQ rendah. Pada orang dengan SQ rendah,keberhasilan dalam hal karier, pekerjaan, penghasilan, status dan masih banyak lagi hal-hal yang bersifat materi ternyata tidak selalu mampu membuatnya bahagia. Persaingan dan perbedaan kepentingan yang berlangsung begitu ketat sering kali membuat manusia kehilangan arah dan identitas.
Perubahan teknologi yang pesat menghasilkan tekanan yang begitu besar, yang terkadang membutakan manusia dengan kecerdasan spiritual rendah dalam menjalani visi dan misi hidupnya, membuat ia lupa melakukan refleksi diri dan lupa menjalankan perannya sebagai bagian dari komunitas.Kesibukan kerja dan keberhasilan yang dicapai tidak diamalkannya untuk penciptaan arti dan nilai bagi lingkungan.
Bagaimana membentuk kecerdasan spiritual yang tinggi? Manusia memiliki pikiran dan roh, ingin mencari arti dan tujuan, berhubungan dengan orang lain dan menjadi bagian dari komunitas. Oleh karenanya,organisasi perlu membentuk budaya spiritualitas di lingkungan dia tinggal.
Organisasi yang bersifat spiritual membantu seseorang untuk mengembangkan dan mencapai potensi penuh dari dirinya (aktualisasi diri). Robbins & Judge dalam bukunya yang berjudul Organizational Behavior menyebutkan budaya spiritualitas yang perlu dibentuk adalah:
? Strong sense of purpose.Meskipun pencapaian keuntungan itu penting, tetapi hal itu tidak menjadi nilai utama dari suatu organisasi dengan budaya spiritual.Suatu kmunitas membutuhkan adanya tujuan yang lebih bernilai, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk visi dan misi organisasi.
? Trust and respect.Organisasi dengan budaya spiritual senantiasa memastikan terciptanya kondisi saling percaya, adanya keterbukaan dan kejujuran.
? Humanistic work practices. Jam kerja yang fleksibel,penghargaan berdasarkan kerja tim,mempersempit perbedaan status dan imbal jasa, adanya jaminan terhadap hak-hak individu , kemampuan , dan keamanan merupakan bentuk-bentuk praktik manajemen sumber daya manusia yang bersifat spiritual.
? Toleration of employee expression. Organisasi dengan budaya spiritual memiliki toleransi yang tinggi terhadap bentuk-bentuk ekspresi emosi seseorang. Humor, spontanitas, keceriaan di tempat kerja tidak dibatasi. Saat ini sudah cukup banyak perusahaan yang menerapkan budaya spiritualitas di tempat kerja.
Dengan terbentuknya budaya spiritualitas pada diri kita , diharapkan akan terciptasituasi batin yang happy, tahu dan mampu memenuhi tujuan hidup. Apabila kita memiliki nilai spiritualitas yang tinggi maka akan memiliki hidup yang seimbang antara kerja dan pribadi,antara tugas dan pelayanan.
Pada umumnya,mereka juga memiliki kinerja yang lebih tinggi. Hasil sebuah riset dan studi menunjukkan, seseorang dengan kecerdasan spiritualnya tinggi dan didukung lingkungan kerja yang juga spiritual, secara positif menjadi lebih kreatif, memiliki kepuasan kerja yang tinggi, mampu bekerja dengan baik secara tim, dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Bagaimana dengan Anda di rumah,lingkungan dan tempat kerja Anda? GBU
